Selamat Bertambah Usia
The Man who Loves Sheila
From Papuma with Stories
Saturday, February 4th 2012
hei, This is the man of the day
Isnani, the leader of KPMP Goes to School 2012
it seems that there is something have disturbed his mind, he is in "Galau" :D
but, it doesn't mind. everything's is ok... it must be happy ending... :)
*note:
pembaca dilarang berprasangka yang macam-macam, apabila ada kesamaan nama, karakter, wajah, baju, penampilan, percayalah... ini hanya trik belaka.
Tanjung Papuma with Little Part of KPMP
Abis
itu, saatnya beraksi, jalan-jalan ke sekitar pantai. Pertama, acara kita naik
ke siti inggil, itu bukit di pinggir pantai, dari atas kita bisa liat
pemandangan papuma, keren banget. Dan yaaaa... seperti sudah jadi kebiasaan,
sudah menjadi hal wajib, foto-foto! Hahahah ini agenda wajib, tanpa dikomando,
semua ngluarin senjata masing-masing, perang foto dimulaaii. Salah sendiri
pemandangan disini bagus banget. Fyi, tema hari ini tuh galau. Lakon utamanya
ketua kita, Angga. Pas baru dateng, Angga kepergok nemuin mawar di jok
motornya. Nah loh... dari siapa tuh, menurut info sih dari mantanya. Gak tau
mantan yang mana, Setauku Angga kemarin pacaran sama Eva, sesama orang KPMP
juga. Sumpah kaya FTV, langsung dia remes-remes tuh mawar dan ia buang ke laut,
kaya larung gitu ceritanya. Dan ternyata masih kesisa batang mawar sama plastic
pembungkusnya. Itu dibawa ke atas bukit. Dan tau apa yang terjadi. Angga lempar
itu ke laut lepas dibawah bukit. Wow! Keren jek, kaya adegan di film-film.
Buang sial itu, buang kenangan, mau lupain masa lalu, haha. Dan habis itu
sempet ada drama pula, eh apa teater nyasar ya? Tapi lebih mirip konferensi
pers deh, iya, klarifikasi Angga soal hubunganya sama sang mantan itu ke Ana.
Gak tau mantan yang mana, gak tau juga apa hubunganya sama Ana. Haha. That’s
none of my business. Saya Cuma jadi penggembira saja, eh apa jadi pemirsa ya?
Puas main-main di atas, kita mutusin untuk turun. Dan ke pantaiii...
belum afdol kan kalo ke pantai gak main air?? So, kita langsung menghambur ke
pesisir, nyemplung ke air. Ciprat sana-ciprat sini, lari sana-lari sini
kejar-kejaran ombak, kaya anak kecil, eh gak ding, kaya adegan-adegan di drama,
atau video klip, ato apa lah yang ada di tv. Dan ternyata hari sudah siang, waktu duhur
datang. Kita mengakhiri permainan kita di pantai, haha. Saatnya shalat. Kita
pun menuju ujung pesisir, ke mushola buat shalat. Sebagian yang gak shalat
ngobrol di halaman mushola. Kita nyantai aja, toh juga gak ujan ini, langit
masih cerah. Tapi berhubung kliatanya uda pada capek, kita pun memutuskan untuk
pulang. Keluar dari area pantai, kita langsung dihadapkan dengan jalan yang
menanjak, tanjakanya amat menantang. Dan weerrrr.... sampai di puncaknya, bres!
Ujan turun dengan derasnya, gak main-main ujanya, deres parah. Kita sempet
bingung, antara balik dan nerusin perjalanan, soalnya tanjakkanya belum habis,
habis itu kita masih harus ngelewati turunan yang gak kalah menantang, curam.
Baru dalam hitungan detik, kita semua udah basah kuyup. Luar dalem. Tapi kita
mutusin untuk lanjut, akirnya jalan serem pun berhasil dilewati, dan kita
mutusin untuk berhenti di pos jaga di pintu tiket masuk ke pantai, kita
berteduh disitu. Yang bikin mangkel adalah, hujan. Hujanya reseh, ngajak
bercanda, pas kita sampe di tempat itu, dengan tanpa kompromi ujanya berhenti
gitu aja jek! Gimana gak gemes kita. Dan ya! Ada halang rintang lagi, ban
motornya utin bocor meennn... akirnya utin ke tukang tambal ban gak jauh dari
situ, dan kita-kita tetep di tempat nungguin Utin. Lama, ya namanya nambal ban.
Sampe akirnya hujan datang lagi, dengan keadaan basah kuyup, kita mulai
kedinginan, menggigil, saking dinginya. Hujanya gak berhenti, malah awet.
Awanya juga mengindikasikan kalau hujanya bakal awet sampe nanti. Gak deres
sih, tapi juga gak gerimis. Tapi tetep aja namanya hujan. Dan kita memutuskan
untuk go! Meski ujan gak berhenti. Ya mau gimana lagi, udah basah ini, sekalian
aja hujan-hujanan, begitu pikiran kami waktu itu, dengan harapan kita baik-baik
aja sampe rumah. Ya, kita menerjang hujan. Dingin? Pasti. Menggigil, kaku,
mengkerut, pucet. Hujan terus mengguyur sampe akirnya kita sampai di daerah
Ambulu, itu pun udah ujung, deket sama Jenggawah. Hujan baru reda, yaa bisa
dibilang berhenti lah daripada tadi. Tapi tetep aja dingin, lha baju basah
semua begini, mana motoran lagi, anginya kerasa donk. Dan di musim hujan ini,
baru kali ini aku ngarsain hujan-hujanan seekstrem itu, naik motor kehujanan
tanpa mantel, selama itu. Amazing. Kok tumben aku kuat ya? Hemh, Alhamdulillah
deh ya. Selalu Mengharukan
ultahku udah 3 bulan yang lalu, tapi semuanya masi membekas sampe sekarang (halah)
ada satu hal yang lupa aku posting, padal ini wajib diposting... ucapan dari bapak dan ibu. Yes, it is a must. haha...
jadi, ceritanya, pas tanggal 28 september kemarin, tepat jam kelahiranku, aku dapet sms jek! dari bapak-ibu... gini isinya...
"Ndhuk Tiwi anakku, "SELAMAT ULANG TAHUN" semoga Allah senantiasa sayang dan memberi rohmat, sehat dan bermanfaat untuk kebaikan. Semoga menjadi KUSUMASTUTI DIAN PRATIWI, bunga yg dipuja menjadi penerang di bumi, insyaallah...
Bp, ibu, intan, dan keluarga semua selalu cinta dan sayang padamu. ....Selamat dan sukses... "
Tes, tes, tes...
Huaaaaaa.... jebol sudah bendungan air mata ini...
Bapak, Ibu, selalu saja begini, selalu berhasil membuat anak sulungnya ini terharu gila-gilaan,
Dan aku bersyukur, mereka gak ngucapin lewat telepon... Aku gak mau ketahuan mewek...
Ya Allah, aku tak bisa berucap banyak, bahagiakan mereka seperti mereka membahagiakan aku... Aku cinta mereka...
One Afternoon on the Field
Berawal dari maksud untuk berenang di sore hari, tapi apa daya kolam renangnya tutup. Dan yaaa... waktu itu aku sama partner setia ngelayapku pun akhirnya memutuskan untuk foto-foto. Yaa, kalo istilah yg biasa dipake orang-orang fotografi yg uda professional sih hunting foto. Tapi berhubung ini Cuma modal camdig jadul dan model acakadul juga tempat yg gak jelas, jadi namanya bukan hunting kali ya, tapi foto-fotoan.
Fyi, kita akhirnya foto-fotoan di lapangan depan perpustakaan unej. Lapangannya luas sih, yang sisi barat biasanya buat latihan bola, kadang ya buat main. Yang sisi selatan langsung berbatasan sama tembok pembatas kawasan kampus unej. Isinya rumput book... tapi justeru itu yang bikin keren. Bisa jadi property kita buat foto-fotoan.
Jepret sana, jepret sini, dan taraaaaa... here they are... foto2 amatir gilak, setelah melalui beberapa pengeditan aka perbikan :D
Yang Tertinggal dari Tragedi Air Mata di Bus
Kamis, 15 September 2011
"Ndhuk... Aku weruh olehmu nangis, nganti bis ilang saka dalan ngarep terminal... Matur nuwun anakku... Saben ngeterne kowe, atiku seneng, trenyuh, muga2 Gusti Allah tansah ngayomi, paring pituduh, paring panjang umur sing barokah... Ndhuk Wi... Sholate sing apik ya!"
Sampai detik ini pun, air mataku masi sanggup mengalir dari sudut mata tiap kali buka sms bapak itu di folder save messages di ponselku. yah, cuma sms itu yg tertinggal dari kejadian seminggu yg lalu, tepatnya hari rabu, tanggal 7 september 2011, waktu aku diantar bapak ke terminal untuk balik ke perantauan. Hari itu, 3 hari sebelum hari ulang tahun bapak yg ke-46. Hari itu, aku nggak tahu kenapa aku bisa refleks nangis bombay di bus setelah bapak turun dari bus. Hari itu pun juga nggak seperti biasanya, bapak mengantarku sampai ke dalam bus. Waktu bus mulai berangkat, bapak menunggu di pinggir jalan, aku bermaksud 'say goodbye' pada bapak, tapi nggak sanggup, aku nangis duluan, sedih liat bapak.
Dan hari ini, 15 september 2011, 5 hari setelah ulang tahun bapak. Betapa bodohnya aku, aku lupa mengucapkan selamat ulang tahun pada bapak, memang bagi sebagian orang itu nggak penting tapi aku yakin bapak pasti bahagia kalau mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari anaknya.
Nggak ada yg bisa aku ungkapkan sekarang, yg tahu gimana rasanya cuma hatiku...
Bapak, ayah juara satu seluruh dunia.
A Spectacular Night with Them
Sebenernya masi banyak cerita dari acara Buber SODA kemarin, tapi belum sempet nulis dan posting... jadi yaa share foto-foto gila sehabis Buber aja dulu kali yaa... ^^
jadi, singkat cerita sebagian dari kita *sayang gak semua, mutusin untuk hang out, dan tempat yg pewe buat jalan bareng adalah alon-alon, rame boookk... segorombolan anak manusia masuk pasar malem,
ini kita, di dalem area pasar malem, ada Deppe, Budi, Sica, Pencok, Yuda Toyib, Yuwi, Joice, Vicky, Koko, dan yg baju kotak2 pake jilbab itu.. akuu *narsis
selanjutnya, masi di area pasar malam...
naaaahh ini die... si Koko dan pacarnyah, mas cakep *sumpah, aku ngakak baca komen mreka soal foto ini di facebook
habis jalan di dalem area pasar malem, kita-kita keluar dari sono dan mutusin untuk nongkrong, you know where kita nongkrong akirnya?? di depan Gedung pemkab Ponorogo, tepat di depan tulisanya, yg notabene adalah tempat kita take gambar buat album kenangan SMA, 2 tahun lalu... oemji, inget jadul deh, panas2 mesti berdiri berjajar di tempat ini, bedaknya luntuurr jek... haha
disitu kita ngobrol, becanda, poto-poto narsis, gak pduli orang lewat ngeliatin, yg ngatain, yg ngetawain ato apa lah... ini kita gitu...
kata novian ini trio kwek2, soalnya heboh banget... *masa sih? lebih tepatnya yg heboh tuh si Yuwi dan solmet kentelnya, si Joice tuh... kalo yg tengah mah alim banget ituh *mwahahhahaa cuma badak idiot yg bilang saya alim
dan ini yg dinanti-nantikan,
tarrraaaaaaa...... couple of the year nya SODA, Yuda toyib dan Karlina joice
jadi ya mereka itu sepasang manusia yg emang ditakdirkan bersama bok, dulu waktu SMA mereka tuh suka heboh gilak, e ternyata setelah lulus mereka ada something, hahaha...
dan malem itu mereka jadi peran utama, jadi lakon pokoknya, runtang runtung berdua, mesra banget dah pokonya... *ah bikin ngiri aja
perhatikan ketiga makhluk ini... mengautiskan diri, hapean mulu, tapi tahukah kalian? ini rekayasa, hahahha bukan fotonya yg direkayasa, tapi posenya, emang sengaja tuh pose kaya gituh... hahaha
this is it, Vendi Catur Prasetyo a.k.a Pencok alias Edric. die ituh kepala suku kelas IPS 2 dulu sodara-sodara, dua tahun dipercaya memimpin makluk-makluk ajaib... haha tuh liat, fokuskan penglihatan ke sekitar mulut, Edric banget kan?? ahahhaa *piss
jeng jeeengg... mas-mas nya ini unyuu bangett siih?? wajahnya bleaching dimana kalo boleh tau? *buakakkakakaka
nih, dua manusia yg slalu hebring dimanapun ketemu, joice dan yuwi....
dan ini adalah Vicky Wahyu Wibarma *si mas cakep tuh hihii, 3 tahun di SMA aku ditakdirin sekelas sama mas Pikok ini, manusia super dahsyat, bocor, cotbrah, rame gilaaakk... hhahahah
astaga! ini apa ya?? owalaahh... mas Vicky mau nganter nyonya ke pengajian ya?? wah, keluarga harmonis bener dah *hahhaha gilaak
dan yaii, kita beranjak dari tempat itu, ganti tempat bok, sebelum pergi, foto duyuu...
singkat cerita *lagi lagi, habis dari situ kita meluncur ke distro baru di sekitar jalan jaksa agung, tanpa novian, coz dia mesti pulang, dan tanpa sepasang sejoli Toyib dan Joice. Kita masuk ke distro khusus cowo. keluar dari situ, kita ke Lesoeng, keluar dari Lesoeng Budi sama Deppe pamit pulang, dan kita kehilangan Koko, oh ya, dimana dia??
dan kita- aku, yuwi, vicky, pencok, sica- menuju ke Gogo fc, makan lagi mereka..
di Gogo kita adalah 5 besar pengunjung terakhir yg dateng, dan jadi juara pengunjung terakhir yg pulang, kalo pegawainya gak ngasi isyarat halus kalo mereka mau tutup, mungkin kita bakal disitu sampe pagi *dasarrr
yah, dan perjalanan kita hari itu sampai disitu, kita pulang. aku pribadi pulang dengan perasaan campuraduk, antara seneng bisa ngabisin waktu sama mereka sampe lupa daratan, lega bisa ketemu mereka yg lama uda gak kuliat wajahnya secara live, sedih karna harus pisah dan gak tau kapan lagi akan ketemu dan bisa menggila kaya gitu lagi, dan takut kalo aku gak bisa lagi ketemu mereka, takut kehilangan mereka, takut gak bisa dapetin temen yg kaya mereka *lebay dikit yak.
yah begitulah kehidupan, seperti pepatah klasik, ada pertemuan ada perpisahan, karna gak ada yg abadi di dunia ini. dan yg namanya sahabat, gimana pun keadaan kita nantinya, bakal jadi orang seperti apa kita nanti, percaya deh, kita bakal ngerasain yg namanya RINDU. I'll miss you all, soda... thanks thanks thanks, terimakasi sudah membuatku merasa diinginkan, membuatku tak kesepian, membuatku jadi manusia yg lebih bermanfaat, bersyukur aku punya kalian...
ah, cukup deh mellow2nyaa, aku gak bisa bikin penutup *seperti yang biasanya,
pokoknya thanks a lot untuk kalian teman-teman ajaibkuu.... YOU'RE MY PRECIOUS TREASURE, thanks for colouring my day.... ^^
thanks for looking the photos,
thanks for reading this article :)
Breakfasting together with SODA
Tarrrraaaaaa.... tiwi ngeksis lagi membawa cerita baru, meski tokohnya tokoh lama...
Oke, kali ini aku bawa cerita panjang dari acara Buka Bersama Soda Smadapo ’09. FYI, soda smadapo ’09 ituh singkatan dari Sosial Dua SMA 2 Ponorogo angkatan 2009 *thanks buat Ficky koko ayam untuk nama ini. Jadi beginih, kemarin, tanggal 27 Agustus 2011, anak-anak manusia yang tergabung dalam suatu komunitas, yang dulunya disatukan di suatu kelas bernama Kelas IPS 2 SMADAPO, ngadain yang namanya Buka Bersama. Yaa, namanya juga bulan Ramadhan, acara kaya gini uda pasti jadi langganan, jadi acara favorit. Dan Alhamdulillah, Buka bersama anak-anak soda yang notabene rencana dan persiapanya mendadak ini bisa ter-realisasikan.
Now, langsung saja ke pokok cerita. Jadi, Buber kali ini diadain di salah satu resto lesehan di jalan juanda Ponorogo, namanya Istana Lesehan *piss, gak usa bayar royalty yak* Kita janjian jam 5 uda standby di tempat. Kita tinggal dateng aja, smua uda di handle sama si Koko. Tapi yaa namanya orang Indonesia, gak ada taste kalo gak nelat datengnya, haha. Dan yak, kebanyakan dari kita dateng di luar jam, alias ngareeet. Termasuk saya sodara-sodara. Berhubung rumah saya di luar kota, maka saya diminta menginap di ruma Eka Susanti alias Yuwi alias Kasus alias Madubala *thanks boo atas akomodasinya, mwah! Haha* Aku berangkat dari rumah Yuwi sekitar jam 5 an, waktu itu aku nebeng si Yuda toyib, Si Yuwi sama Vendy alias Pencok alias Edric (kepala sukunya Soda) dan diiringi Novi O.
Jerengjeenggg.... sampe disana uda banyak yg dateng, mereka nunggu di depan resto, di parkiranya. Omaigod... sumringah langsung deh mukaku ngeliat mereka, teman-teman ajaibkuuu... bagiku ini emang hal langka, ya secara rumahku jauh di luar kota Ponorogo, Kuliah juga pada jauh-jauh, pisah, kontek2an Cuma lewat sms, facebook... jadi yaa SENENG BANGET bisa liat muka merekaaa secara live lagi... haha. Singkat cerita kita pada salaman, Tanya kabar, terus berhubung waktu buka uda deket, kita langsung masuk ke area makan.
Dari 40an mantan penghuni IPS 2, yg dateng sekitar 20an lebih, yaa lebih dari separo laah. Menu uda tersedia di meja, kita segera ambil tempat. Aku duduk di sebelah Yuwi dan solmetnya, Karlina alias Danik alias Joice. HEBOH. Cuma itu yg bisa menggambarkan suasana menjelang buka saat itu. Aku piker-pikir kok gak mirip acara buka bersama yak? Malah mirip acara arisan panci deh, kalo orang jawa bilang ‘kemriyek’ ribut gilak. Tau sendiri lahh, kita-kita kan terkenal dengan mulut rusaknya alias cocot bubrah. Ngomong asal, bocor abis, rame, dan satu lagi, kita-kita adalah lansia gila kamera. Haha. Tanpa ada komando, segala kamera keluar dan jepret! Foto sana, foto sini, pose ini, pose itu. Itu sebelum makan.
Dan Adzan pun bergema, saatnya membatalkan puasa. Hening kah? Oo tidaak, tetep kaya tadi, rameee. Makan pun lanjuut, gak perlu waktu lama untuk bikin gelas jadi kosong dan piring jadi bersih dari makanan, lima menit juga kelar, haha tau apa yang lama? Ngobrolnyaaa... dan dengan singkat, sesi makan-makan uda selese. Meja uda amburadul sama piring kotor dan gelas minuman anak-anak. Dan kita masih tetap tenggelam dalam euphoria kebersamaan, ngobrol, bercanda, mbacot, berantem, eh gak ding. Seru deh pokoknya. Jepret sana-sini, dengan segala pose dan gaya gila masing-masing, entah setan apa yg merasuki, atau emang takdir ato bawaan orok aku juga gak tau kenapa makhluk-makhluk soda ini narsisnya audubileeh... seneng abis kalo disuruh foto, haha. Mungkin ada sekitar satu jam kita ngabisin waktu khusus sesi pemotretan disitu. Yaa kalo hasilnya bagus kaya hasil jepretan photographer professional sih gak masalah, lha ini, boro-boro bagus, bisa diliat bentuknya aja udah syukur Alhamdulillah.
Oiya lupa, uda cerita ngelantur amburadul sampe jabalekat, eh aku belum certain siapa aja yang dateng malem itu. Di kubu kaum adam, ada si penggagas acara, si Koko. Trus si kepala suku dan solmetnya, Vendy Pencok dan Vicky Pikok, ada Ketua Rohis dan sobat sebangkunya juga si Adib ma Arif. Trus si ketua ambalan, Khoirul. Kekasih hatinya Joice, si Yuda toyib. Si nyentrik Jangkung juga dateng *asli, saya suka gayanya Jangkung* yg dibilang Joice kaya tukang foto. Firman situk, Andriyan sijek, Pebri gabri, juga turut meramaikan, oia ada Didik si tukang emut ujung pulpen *kebiasaan jaman sekolah dulu* the last is si Greg. Ituh dari kubu Adam. Berarti yang gak dateng ada O’on, Jatu, Dwieko, Hero, Suron, dan Sutan Bolang.
Dari kubu hawa, ada Deviana telo yg dalam kesempatan ini menjabat sebagai renteniir. Trus ada Mahasti budi berduet dengan Devinur Deppe. Tentu saja ada si Eva pardo juga. Diramaikan pula dengan kehadiran Novian, Risty, dan Novia yg tergabung dalam trio macannya Soda. En den, ada Novi O juga. Yang gak kalah hebring adalah dua sahabat gila, Eka si Yuwi dan Karlina si Joice. Sumpah mereka berdua berhasil bikin aku ikut gila. Dab tarraaaa... ada Apik si pengantin baru, dia temen sebangkuku, dan terakhir... aku. Yang jauh-jauh dateng dari kota sebelah demi buber ini *Thanks to Yuwi ma Joice yg suda membujukku matimatian, haha* dan kaum hawa soda yg gak dateng malem itu adalah E’en, Farida jemprit, Ita ituk, Rila, Arum, Anjas, Pera, Dhila kuchink, and the fenomenal Harin sesepuuh.
And yaaa, hari suda makin larut, kita bubar dari tempat itu. Tapi bukan berarti acara selesai. Habis itu kita rencana hang out *ceileh bahasanya* pokoknya pergi bareeng. Gini deh kalo udah ngumpul, keasyikan sampe lupa daratan, lupa kalo ini bulan puasa. Bukannya pada tarawih tapi malah kluyuran. Maaf ya Allah, malam itu kami melupakanMU.
Acara buka bersama selesai, tapi cerita gak berakhir sampai sini, ada yang lebih spektakuler di cerita selanjutnya... oke bebeh, to be continued ^^
Nasi Goreng #menohok
Sebelumnya, sebelum melangkah lebih jauh, saya perkenalkan dulu tokoh utama dalam tulisan ini. Sebut saja Intan, itu nama asli. Dia Adik saya satu-satunya. Cukup sekian perkenalannya. Kita bahas masalah pokok saja. Begini ceritanya. Suatu malam, ketika Intan sudah terkantuk-kantuk di depan tv di ruang tengah...
Intan: mbak tiwi
Aku: hmm
Intan: aku pengen ke Jember
Aku: ngapain?
Intan: pengen beli nasi goreng yg di rumah sakit itu.
Aku: *melotot* maksudmu?
Intan: aku kangen nasi goreng rs itu lho, pas mbak tiwi sakit kan aku beli nasi goreng di sana sama bapak, enak lho mbak.
Aku: terus?
Intan: yo mbak tiwi sakito lagi ben aku ke jember trus beli nasi goreng disana.
Aku: *pasang kuda2, buka mulut lebar2, siap makan si intan* intaaaann!!!
Intan: *sudah tenang bersama bantal keramatnya* zzZtt....
Aku: *bendungan! Nih bocah uda main tidur aja*
#note: berkali2 aku kluar masuk rs, berkali2 pula ibuk-bapak harus datang ke jember ngurusin aku, gak ketinggalan si intan. Seingatku cuma sekali dia gak ikut dateng ke jember. Nah, kalo jagain aku di rs, hobinya adalah keliling rs, muterin rs sampe kempor, dari ugd sampe dapur kali dia sambangin. Oh tentu saja bersama bapak donk. Ada lagi, dia juga seneng tuh makan makanan jatahku dari rs. Yang namanya orang sakit kalo disuruh makan ya gak nafsu, apalagi makanan rs, ihh gak deh! Lha si intan sering tuh ngabisin makanan jatahku yg gak aku makan. Dan, pas dia terakhir ke jember kemarin, pas jagain aku, dia beli nasgor sama bapak di depan rs, gak tau tepatnya dimana. Si intan langsung kepincut sama nasgor itu, besoknya dia beli lagi. Dan sampe sekarang dia masi terngiang2 ternyata, sampe terkangen2 sama tuh nasgor. Dasar gebleg... Huuft.
An Amazing Day in Klayar
Sabtu, 23 Juli 2011
Hari itu jadi hari yang... AMAZING! mwahahahhaha... iya beneran amazing loh. Jadi, begini ceritanya, malam sebelumnya, aku dikasih tau salah satu teman, namanya vicky. Katanya, hari sabtu dia dan temen-temen yang lain mau mengadakan perjalanan ke Pantai Klayar, you know where it is? oke, buat yang belum tau, nih biar aku kasih tau. Pantai Klayar itu salah satu pantai yang ada di Pacitan, kota kelahiranku, kota tempatku tinggal. FYI, Klayar terletak sekitar 35 km ke arah barat dari kota pacitan, lumayan jauh kan sodara-sodara?
Oke, kembali ke kronologi kejadian gimana aku bisa sampai ke Klayar. Berawal dari informasi itu, aku diajak untuk ikut sama si Vicky dan satu lagi si Ficky (nama mereka homofon, tapi orangnya beda loh). Sumpah! pengen banget ikut, tapi banyak juga kendalanya, dan bla bla bla... dengan segala perjuangan, mulai dari bujuk orang sana-sini, tidur jam 4 pagi, diomelin emak, perang batin dulu bok! akirnya aku bisa melenggang indah menuju klayar bareng temen-temen gila yang notabene adalah teman-teman SMAku yang berabad-abad tak bersua #hiperbol. Ditemani Adik sepupu jauhku, dan menunggang belalang tempur hasil pinjaman ke Tante, menjelang siang aku meluncur ke Klayar. Di jalan, aku ketemu komplotan mereka, baru beberapa meter jalan aku kehilangan jejak. Omigod, ternyata mereka lewat jalur yang bukan salah, tapi kurang tepat. Jalur yang jalannya susahnya aujubileh. Walhasil mereka ngeluh gila-gilaan. Aku mah cuma ketawa aja, hahaaa.
Whoilaaa!!!! sampai di Klayar. Just one word, SUBHANALLAH. Amazing, semua takjub jek! and gak lupa, Thanks God, KAU pertemukan aku dengan mereka, orang-orang ajaib yang ikut andil banyak dalam rentetan cerita hidupku, yaa meski aku cuma ketemu sebagian kecil dari mereka. Ada 10 orang yang ikut serta jalan-jalan ini. Ada Ficky, Mahasti, Vicky, Ninda, Zusron, Deppe, Eva dan pasangan, juga Nanda dan ipong pasangannya. Setelah ber hahahihi sejenak, kita pun mulai terjun ke pantai, menyapa ombak, menyalami pasir, bercerita dengan angin #hiperbol lagi kan. They said: Just like in Bali. wohohoo kereen. Oia, Klayar itu ratunya pantai Pacitan loh. FYI, Klayar itu salah satu pantai dengan batuan karst yang terbaik di dunia, salah satu geopark yang ada di Indonesia. Istimewa deh pokoknya. Punya seruling laut, itu yang ombaknya bisa bunyi kalo menghantam karang, pokoknya gitu deh, gank ngerti gimana prosesnya. Ada air mancur alamnya juga, lagi-lagi ini juga ulah si ombak.
Tiga jam lebih kita disana, jalan bareng di tepi pantai #dramatis, main pasir #kaya anak kecil, main air #gak deng, bukaan, bukan hal kaya gitu yang kita lakuin disana. itu mah mainan anak kecil di film-film. Kita lebih memfokuskan kegiatan pada kamera. ya, kamera. kenapa kamera? poto poto narsis mameeen.sudah jadi adat istiadat kita sekarang tuh. jalan dikit, jepret. Ketawa dikit, jepret. Gerak dikit, jepret. Karna kita semua adalah remaja, remaja gila kamera #terinspirasi nama akun facebook seseorang. Tapi nama itu telah kita ubah mentah-mentah dengan segala wewenang ilmiah yang ada, bukan lagi remaja gila kamera, tapi lansia gila kamera. yeaaahh! and i like it. nama yang ajaib. Bintang hari itu adalah Ficky, si penggagas acara ini, Vicky si mister Pose, dan Zusron yang diem-diem udah ketularan virus posenya si Vicky. Aku cuma penggembira sejati, sebagai tuan rumah yang baik, mensupport apa yg dilakukan para tamu gemblung ini. haha. Sedikit saling bercerita tentang kehidupan mereka, sedikit menceritakan masa lalu. Selebihnya, hanya tawa ramai yang ada, berlomba bersama suara debur ombak yang kuat.
hahahihii gak pernah ada kata capek untuk bercanda dengan yang namanya teman. Rasanya kalo udah kumpul gini gak mau pergi dari tempat deh, gak mau pisah hiks #lebay, apalagi kalo udah lama gak ketemu kaya gini. Oh sedihnyaa kita harus pisah, pulang kerumah masing-masing *bagi yang punya rumah, haha. Mereka harus balik ke Ponorogo, kota yang ikut membesarkanku. Dan aku juga harus pualng ke kandang. Empat jam bersama memang terlalu singkat, gak cukup, masih pengen nambah. Tapi dengan apa saja yang terjadi selama empat jam tersebut aku udah bahagia, bahagiaa bangett. sudah ah, aku gak bisa bikin penutup yang bagus, pokoknya ai lov yu ol... kalian gila, kalian ajaib, tapi kalian indah. thanks for colouring my day...
Bangun Tengah Malam demi Sang Idola (sebuah memorial)
dedicate to:
My 'deskmate' when i was in the first year in Senior high school
-Diyah Wahyu Arikawati-
Setiap orang memiliki hobi yang berbeda – beda.Mulai dari hobi yang unik,menjijikan,ekstrim,bahkan gila – gilaan mereka lakukan demi kepuasan batin.
Diyah Wahyu Arikawati (16) adalah seorang siswi SMA favorit di Ponorogo.Belakangan ini, ia gentar melakoni hobi barunya yang jarang sekali dilakukan oleh perempuan – perempuan lain seusianya.Hobi barunya itu adalah menonton sepak bola.
Pada umumnya, para penyuka sepak bola adalah kaum laki – laki.Namun tidak dengan perempuan yang biasa di panggil Ricka ini.Ia mulai menyukai sepak bola baru sejak event “WORLD CUP 2006” di Jerman lalu.Ketika itu,kakaknya yang penggila bola menyaksikan pertandingan sepak bola di rumahnya hingga larut malam.Ia pun penasaran dan mencoba ikut – ikutan menyaksikan sepak bola.Sejak itulah ia tertarik dengan sepak bola.Menurutnya, banyak hal yang menarik dari sepak bola, terutama karena pemainnya yang tampan – tampan dan mempunyai penampilan fisik yang OK.
Gadis yang baru berulang tahun pada tanggal 30 Januari lalu ini adalah pendukung club Chelsea dan Valencia yang mengidolakan David Villa (Valencia), Kevin Doyle (Reading), dan Morten Gamst Pedersen (Blackburn Rovers).”Aku suka banget sama Villa, karena selain menjadi striker dan mempunyai skill bagus dalam mengolah bola dia juga sangat tampan” ungkap Siswi SMA Negeri 2 ini dengan semangat.Sebagai maniak bola, tentunya Ricka juga haus akan informasi tentang dunia bola.Untuk mendapatkan informasi mengenai para idolanya serta jadwal pertandingan yang akan berlangsung, ia sering membeli tabloid olahraga di agen –agen koran di sekitar tempat tinggalnya.
Pertandingan sepak bola yang biasanya disiarkan pada malam hari bahkan dini hari nyaris tak pernah ia lewatkan.Jika pada malam hari ada pertandingan, sudah sejak siang ia mempersiapkannya.Apalagi jika club favoritnya tampil,biasanya cewek berkaca mata ini tidur dahulu beberapa jam, baru setelah itu jika pertandingannya sudah dimulai maka ia segera bangun untuk menyaksikannya.Anehnya, kalau sampai ada pertandingan yang terlewatkan, ia pasti akan kecewa sekali dan menyalahkan jam di HPnya kenapa tidak berfungsi dengan baik, terlebih lagi jika itu club kesayangannya.”Aku tuh sebel banget kalau sampai aku nggak bias nonton club kesayanganku tanding, dan itu hanya disebabkan karena wekerku nggak berfungsi dengan baik, huh rasanya pengen komplain aja ke stasiun TVnya biar pertandingannya diputar ulang”. tutur cewek yang hobi nonton film horror padahal sifat aslinya penakut.
Sebagai pelajar, ia di tuntut untuk bangun pagi.Padahal malam harinya ia bergadang demi menyaksikan Sang Idola bertanding.Tapi itu tidak membuat aktivitasnya di pagi hari terganggu meski ia sering kurang tidur.Tak jarang orang tuanya protes keras karena kebiasaan putrid semata wayangnya itu.Namun Ricka tetap tidak bisa menghentikan hobinya.Dan apa boleh buat, orang tuanya pun memperbolehkan dengan syarat hal itu tidak mengganggu aktivitas serta kesehatannya.
Penulis : Kusumastuti Dian Pratiwi
Narasumber : Diyah Wahyu Arikawati
Ponorogo, 9 Maret 2006





















