Tampilkan postingan dengan label Tentang Pengisi Cawan Hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Pengisi Cawan Hidupku. Tampilkan semua postingan

Selamat Bertambah Usia

April...
Bulan yang aku tunggu-tunggu sebenarnya, mungkin karena ada suatu hari dimana menjadi hari yang istimewa bagi orang yang istimewa buatku. Hari ulang tahun. Ada satu hari dimana hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun seseorang. 24 tahun lalu dia lahir, dan tahun ini tanggal dimana dia lahir jatuh pada hari selasa.
Hari senin, aku ada kuliah hingga pukul 8 malam. Sepulang kuliah aku masih harus menyelesaikan beberapa tugas kuliah yang sudah mendekati deadline. Jadi yaa... mau tak mau harus kuselesaikan malam itu, eksplicitly, I have to go to bed lately again. Tapi memang sudah menjadi kebiasaan -yang sebenarnya buruk- tidur larut malam demi menyelesaikan tugas kuliah, beginilah mahasiswa. Sampai akhirnya jarum jam sudah menunjuk ke angka 11 lebih 15, sudah malam. tugas sudah selesai, tapi aku belum merasakan kantuk. Kulihat ponsel. Aha! sekitar 45 menit lagi sudah pergantian hari. Dan besok adalah ulang tahunnya. dan kuputuskan untuk tidak tidur hingga pergantian hari, sehingga aku bisa mengucapkan selamat ulang tahun padanya lebih awal. klasik dan terkesan berlebihan memang, seperti seorang abg yang sedang kasmaran. Tapi kupikir, ah tidak ada salahnya kan? Aku tidak bermaksud ingin jadi yang pertama mengucapkan, atau ingin mendapat tempat spesial. aku melihat profil facebooknya, sudah ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Tapi aku tak akan mengucapkanya sekarang, lebih baik mengucapkan lewat sms terlebih dahulu.
Sudah jam 00 lebih sekian menit, aku mengetik rangkaian kata selamat ulang tahun yang cukup singkat di ponsel, segera kukirimkan ke nomornya. delivered. Pasti dia sudah tidur, jadi aku tidak menunggu balasan darinya. Setelah itu aku membuka profil facebooknya, kemudian menuliskan ucapan selamat ulang tahun di dinding facebooknya. cukup. dan aku pun bisa tertidur pulas malam itu.
Paginya... 
sehabis subuh, ponselku berbunyi, ada sms masuk. darinya. ucapan terimakasih, dan... di sms itu dia mengatakan aku yang pertama, orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya. 
ya, terimakasih kembali. 
bukan suatu hal yang istimewa menjadi yang pertama, karna sebenarnya lebih istimewa ketika menjadi yang terakhir.

for the man at number 3, let me feel how fall in love does...

The Man who Loves Sheila

Malem itu hujan, gak deres sih, yaaa bisa dikategorikan standard. Aku lagi di kamar, ngutak atik tamtam ditemeni nita yang senyam senyum sendiri baca manusia setengah salmonya Raditya Dika. Hape bergetar *fyi, aku jarang banget aktifin hp pake ringtone, selalu dimana pun berada pasti aku silent* ada sms, dari temenku, sebut saja Ayud. Kmarin pas aku pulkam, ayud pesen makanan khas dari kotaku, kota asal ibunya. Pacitan. Nah pas siangnya aku bilang kalo salenya nunggu buat dia ambil ke kosan. Dan yaa, dia bakal ambil ntar ntar an gitu.
Dan ya, saat asik ngobrol-ngobrol sama nita, ada sms masuk, dari ayud. Dia bilang, dia meluncur ke kosanku. What?! Ujan-ujan begini? Yakin? Padahal ujanya bukan sekedar gerimis lho, meski gak deres, tapi kalo naik motor dari kontrakanya ke kosanku tanpa mantel pasti basah kuyup ini. Tapi... tak lama kemudian... ada sms masuk “hoe, mbak... sudah nok depan” itu bunyi sms ayud. Beeeh ni bocah, beneran. Dan aku oun meluncur ke halaman kosan dengan kantong berisi makanan di tangan kananku, khusus untuk Ayud, free. Haha.
Dan bener, sampe di depan warungnya buk kost, ada Ayud disana, berdiri menggigil, jaketnya basah. Ndlohookk, uda tau ujan begini, Cuma pake helm sama jaket doank, celananya pendek pula. Kebal loe? Transaksi berjalan. Beberapa waktu lalu aku minta soft copy j dorama yang didownload Ayud, dan malem itu dia bawain tuh filenya. Jreng! Aku kasih oleh-olehnya ke Ayud, dan Ayud ngasih flash disk ke aku.  Transaksi pun berakhir. Ayud bilang dia mau ke kampus, ngurusin KRS online. Gilaaa... badan basah kuyup begitu lho. Dassar cowok. Kuat ya?
***
Hemh, Ayud.
Aku kenal tuh bocah semenjak awal-awal kuliah, semester 2 mungkin. Lupa tepatnya kapan. Yang aku inget, waktu itu ada sms dari nomor gak dikenal, isinya sms nasehat-nasehat gitu kalo gak salah. Waktu itu liburan semester, aku lagi di kampung halaman. Dan aku yang waktu itu masih ababil, mau aja nanggepin sms kaya begitu, aku bales aja. Dan tau apa jawabanya? Seingetku alesanya itu salah orang, kalo gak salah kirim, pokoknya kalo dipikir ya gak penting. Kaya anak-anak abg pada umumnya yg pengen nyari kenalan gitu. Dan aku lupa gimana selanjutnya, yang jelas usut punya usut ternyata Ayud itu temen SMA nya temen kuliahku, dia dapet nomor hp ku dari dia. Dan kita ngobrol-ngobrol, smsan, facebookan, gitu-gitu lah. Berteman intinya. Setelah kenal, ya akirnya aku tau, Ayud punya darah Pacitan. Ibunya asli Pacitan, Lorok tepatnya. Jadi keluarganya banyak yang di Pacitan, dia juga pasti mudik ke Pacitan setahun sekali. Dari sms dan facebook, kita jadi tahu, kita ini SheilaGank, ya, kita penggemarnya Sheila on 7. Dan dari dorama Boku Dake No Madonna, aku jadi tahu, Ayud doyan nonton Dorama. Begitu pula aku. Aku penggemar Dorama. Kita sering smsan, tapi jangan bayangin kita smsan kaya abg-abg labil sama temen smsanya lho. Kita sharing sesuatu. Banyak hal, dari yang masalah harian, sampe masalah hati. Seru. Aku nyambung sama Ayud. Sampe sekarang. Pertama ketemu Ayud juga gak kaya kisah-kisah pada umumnya. Gak ada janjian, gak ada rencana, waktu itu aku bawa banyak oleh-oleh dari rumah. Dan aku tawarin ke Ayud. Kita deal. Dia ambil ke kosan, itu pertemuan pertamaku sama Ayud. Sampe sekarang, kayanya juga gak pernah ada tuh acara ketemu-ketemu yang direncanakan. Sampe sekarang kita ketemunya juga kalo ada perlu, ngasih oleh-oleh ato apa gitu.
Aku blajar banyak dari Ayud. Secara gak langsung. Dari sms-smsnya, status-statusnya di facebook, tulisan-tulisanya di facebook. Ayud itu... gimana ya? Mempesona lah. Menurutku dia punya sesuatu. Sering dia memikirkan hal yang beda, diluar pemikiranku. Tampil beda. Dia teman sharing yang baik, teman cerita yang asik. Semua yg dia bilang, aku rasa bisa diterima dengan baik. Simple. Dia gak neko-neko. Keinginan-keinginanya sederhana. Tapi bermakna. Well, aku bukan teman akrabnya, bukan sahabat kentalnya, kenal Ayud juga sekedar kaya begini. Aku bisa dibilang gak ngerti gimana Ayud. Tapi Ayud uda bikin hidupku beda. Selama mengenalnya, aku perhatiin Ayud itu sangat-sangat menghargai perempuan. Dia baik ke siapa aja. Ayud bukan cowok tipe-tipe ‘pacaran’ tapi dia amat mengerti cewek. Easy going, kritis, objective. Dan tentu saja dia punya sisi gila seorang cowok. That’s Ayud. Dua kata khusus untuk Ayud: Baik Hati.

From Papuma with Stories

Saturday, February 4th 2012
hei, This is the man of the day
Isnani, the leader of KPMP Goes to School 2012

and you know what?? there is something between I'is and Maniz puus... watch it out...
it seems that there is something have disturbed his mind, he is in "Galau" :D
 hey! look at this, there is a provocator... oh, it must be danger...
but, it doesn't mind. everything's is ok... it must be happy ending... :)



*note:
pembaca dilarang berprasangka yang macam-macam, apabila ada kesamaan nama, karakter, wajah, baju, penampilan, percayalah... ini hanya trik belaka.

Tanjung Papuma with Little Part of KPMP

Jumat malem...
Dapet sms dari Agung, salah satu member KPMP.
“Pembubaran panitia sosialisasi dilaksanakan hri sabtu di papuma
Kumpul ndik jawa 2 kose maz nani jam 8.30
Konfirmasi kedatangan + yg bisa bawa motor”
Jebret! Besok donk? Aku mastiin lagi, aku Tanya apa sabtu besok? Agung jawab Iya.
Tanpa mikir panjang aku iyain aja tuh undangan. Tanpa mikir, bareng siapa besok? Yang dateng siapa aja juga gak tau. Mikir mikir mikir, bareng siapa ya? Kayanya banyak yang belum balik deh, udah gitu anak-anak 2009 sekarang gak seeksis dulu, paling cuma itu mulu yang dateng. Aku salah satu yang males dateng ke acara-acara itu, haha. Sorry for that. Ting! Aha! Kenapa gak coba sms bebrapa aja? Oke, habis itu yang pertama aku sms si Agung, yang ngirim sms barusan. Kebetulan kosanku sama kosanya Agung gak jauh, searah lah. Teretetetettetet... pesan terkirim, intinya besok aku mau nebeng dia buat ke papuma itu. Dibales. Yes! Agung kosongan, aku bisa nebeng dia. Alhamdulillah. Rejeki. Haha. Oke mamen, see you besok.

Sabtu, 4 Februari 2012
Pagi-pagi habis subuh ke TI sama Nita buat ngecek siakad, pulang dari sono ke Jawa beli sarapan, habis itu ke pom, isi bensin, mampir swalayan bentar beli snack buat bekal ke papuma. Pulang, bersih-bersih, siap-siap dan Yeah! I’m ready to go.
Sekitar  jam setengah Sembilan, Agung jemput. Seperti kesepakatan, kita kumpul di kosanya Isnani di jawa 2. Meluncur lah kita kesana, sampe sana. Lho? Sepi, gerbangnya tutup, gak ada tanda-tanda si empunya kosan ada. Dan kita pun memutuskan ke kosan cewe di sebelahnya, yang notabene itu kosanya Alris, Nana, sama Rahme. Oke, aku masuk, nyariin Alris. Dan tarraaaa... Alris gak bisa ikut, dia ada acara kampus. Ternyata Nana juga begitu, dia jadi panitia ospek. Dan Rahme malah belum balik ke Jember. Oh maii... oke, personel 2009 berkurang 3 orang. Aku dan Agung balik ke kosanya Isnani, orangnya bru pulang dari sekret reog ternyataa, semalem habis tanggapan katanya. Kita pun masuk, sementara I’is siap-siap, aku dan Agung nunggu di gazebo di halaman. Gak lama, Agung pergi katanya mau jemput Zia ke depan. Well, dan saya pun ditinggal sendiri di gazebo di halaman sebuah kost putra, ya ampuuunnn... apa-apaan ini? Cewe, pake jilbab, wajah hahok, sendirian sibuk sama hp, sementara banyak penghuni kosan sliweran kluar masuk. Lamaaa... sampe akirnya I’is kluar dan menyadari kalo aku tercampakan sendiri  di gazebo. Alhamdulillah, akirnya ada temen ngobrol. Yaaa meskipun aku ini bukan orang yang pinter diajak ngbrol. Lama banget nungguin yang lainya, pada kemana sih? Jadi apa nggak?
Singkat cerita, satu persatu pasukan datang, mulai dari Angga, si kepala sukunya kpmp, Zia, Ana, Fika, Oky, Utin, Maniz, Vera, Tina. Yang lainya mana? Yakin Cuma ini doank? Personel 2009 yang lain pada kemana? Masa Cuma aku, Angga, sama Agung? Selain itu 2010 sama 2011 semua? Oh maiii... ini ceritanya aku momong donk? Haha angkatan tertua di pasukan hari ini. Dan ya udah, deal, jam 10 akirnya kita baru berangkat dari Jember. Ber 12, naik motor, boncengan. Aku sama Agung, Angga sama Zia, I’is sama Vera, Oky sama Tina, Ana sama Fika, Maniz sama Utin. Meluncuuurr... Alhamdulillah cuaca hari ini mendukung.
Motor melaju pelan, gak ngebut. Nyantai lah. Kita ambil jalur mangli ke kanan, gak lewat kebonsari. Sampai di sekitar Ajung, ada razia, sempet ada pergantian formasi boncengan. Tapi semua aman. Lanjut perjalanan dapet beberapa meter katanya ban motornya salah satu personel bocor, kita pun nungguin di depan pom bensin di daerah Jenggawah kalo gak salah. Gak lama kita nunggu, ternyata orangnya dateng. Motornya gak jadi bocor, Cuma kempes ternyata. Haha. Dan perjalanan pun berlanjut.
 Jalan.... dan yap! Kami sampai di papuma. Yeaaaaahh! Papumaaa, aku datang lagi. Berapa kalipun ke pantai ini, pesonanya gak pernah ilang, gak pernah bosen. Ya secara Cuma ini doank icon nya Jember. Dateng sama siapa aja pasti gak ada matinya. Dulu pernah dateng kesini sama KPMP juga, waktu itu masih banyak yang ikut serta, dan kali ini sama KPMP juga, tapi Cuma ber12. Orang-orangnya juga beda jauh. Singkat cerita, sampe sana kita menuju ke salah satu warung, pesen es degan dan ngeluarin logistik yang dibawa. Acara inti pun dimulai, laporan pertanggungjawaban dari masing-masing perwakilan, soal sosialisasi kemarin. Dan panitia sosialisasi pun dibubarkan.   
Abis itu, saatnya beraksi, jalan-jalan ke sekitar pantai. Pertama, acara kita naik ke siti inggil, itu bukit di pinggir pantai, dari atas kita bisa liat pemandangan papuma, keren banget. Dan yaaaa... seperti sudah jadi kebiasaan, sudah menjadi hal wajib, foto-foto! Hahahah ini agenda wajib, tanpa dikomando, semua ngluarin senjata masing-masing, perang foto dimulaaii. Salah sendiri pemandangan disini bagus banget. Fyi, tema hari ini tuh galau. Lakon utamanya ketua kita, Angga. Pas baru dateng, Angga kepergok nemuin mawar di jok motornya. Nah loh... dari siapa tuh, menurut info sih dari mantanya. Gak tau mantan yang mana, Setauku Angga kemarin pacaran sama Eva, sesama orang KPMP juga. Sumpah kaya FTV, langsung dia remes-remes tuh mawar dan ia buang ke laut, kaya larung gitu ceritanya. Dan ternyata masih kesisa batang mawar sama plastic pembungkusnya. Itu dibawa ke atas bukit. Dan tau apa yang terjadi. Angga lempar itu ke laut lepas dibawah bukit. Wow! Keren jek, kaya adegan di film-film. Buang sial itu, buang kenangan, mau lupain masa lalu, haha. Dan habis itu sempet ada drama pula, eh apa teater nyasar ya? Tapi lebih mirip konferensi pers deh, iya, klarifikasi Angga soal hubunganya sama sang mantan itu ke Ana. Gak tau mantan yang mana, gak tau juga apa hubunganya sama Ana. Haha. That’s none of my business. Saya Cuma jadi penggembira saja, eh apa jadi pemirsa ya?

Puas main-main di atas, kita mutusin untuk turun. Dan ke pantaiii... belum afdol kan kalo ke pantai gak main air?? So, kita langsung menghambur ke pesisir, nyemplung ke air. Ciprat sana-ciprat sini, lari sana-lari sini kejar-kejaran ombak, kaya anak kecil, eh gak ding, kaya adegan-adegan di drama, atau video klip, ato apa lah yang ada di tv.  Dan ternyata hari sudah siang, waktu duhur datang. Kita mengakhiri permainan kita di pantai, haha. Saatnya shalat. Kita pun menuju ujung pesisir, ke mushola buat shalat. Sebagian yang gak shalat ngobrol di halaman mushola. Kita nyantai aja, toh juga gak ujan ini, langit masih cerah. Tapi berhubung kliatanya uda pada capek, kita pun memutuskan untuk pulang. Keluar dari area pantai, kita langsung dihadapkan dengan jalan yang menanjak, tanjakanya amat menantang. Dan weerrrr.... sampai di puncaknya, bres! Ujan turun dengan derasnya, gak main-main ujanya, deres parah. Kita sempet bingung, antara balik dan nerusin perjalanan, soalnya tanjakkanya belum habis, habis itu kita masih harus ngelewati turunan yang gak kalah menantang, curam. Baru dalam hitungan detik, kita semua udah basah kuyup. Luar dalem. Tapi kita mutusin untuk lanjut, akirnya jalan serem pun berhasil dilewati, dan kita mutusin untuk berhenti di pos jaga di pintu tiket masuk ke pantai, kita berteduh disitu. Yang bikin mangkel adalah, hujan. Hujanya reseh, ngajak bercanda, pas kita sampe di tempat itu, dengan tanpa kompromi ujanya berhenti gitu aja jek! Gimana gak gemes kita. Dan ya! Ada halang rintang lagi, ban motornya utin bocor meennn... akirnya utin ke tukang tambal ban gak jauh dari situ, dan kita-kita tetep di tempat nungguin Utin. Lama, ya namanya nambal ban. Sampe akirnya hujan datang lagi, dengan keadaan basah kuyup, kita mulai kedinginan, menggigil, saking dinginya. Hujanya gak berhenti, malah awet. Awanya juga mengindikasikan kalau hujanya bakal awet sampe nanti. Gak deres sih, tapi juga gak gerimis. Tapi tetep aja namanya hujan. Dan kita memutuskan untuk go! Meski ujan gak berhenti. Ya mau gimana lagi, udah basah ini, sekalian aja hujan-hujanan, begitu pikiran kami waktu itu, dengan harapan kita baik-baik aja sampe rumah. Ya, kita menerjang hujan. Dingin? Pasti. Menggigil, kaku, mengkerut, pucet. Hujan terus mengguyur sampe akirnya kita sampai di daerah Ambulu, itu pun udah ujung, deket sama Jenggawah. Hujan baru reda, yaa bisa dibilang berhenti lah daripada tadi. Tapi tetep aja dingin, lha baju basah semua begini, mana motoran lagi, anginya kerasa donk. Dan di musim hujan ini, baru kali ini aku ngarsain hujan-hujanan seekstrem itu, naik motor kehujanan tanpa mantel, selama itu. Amazing. Kok tumben aku kuat ya? Hemh, Alhamdulillah deh ya.
Kita pun uda pada mencar sendiri-sendiri di jalan, aku sendiri sama agung diikuti Angga dan Zia masuk wilayah kota sekitar jam 5 lebih seperempatan lah, Agung jalanin motornya kearah Jawa, padahal kosan kita di Kalimantan. Di pinggir jalan, Agung minta tasnya yang dibawa Zia, habis itu kita pisah di pinggir jalan. Angga nganter Zia ke kosanya Ana. Dan aku pulang sama Agung. Agung bukanya balik kea rah DPR, malah bablas kea rah Bangka, muter. Ke Bangka, Belitung, dan tembus ke Riau. Sampe di mastrip, bress! Ujan turun deres lagi. Oh maii... apa-apaan ini? Kalo gak pake muter, mungkin kita uda nyampe kosan. Lha ini, malah nglayap ujan-ujanan sampe mastrip. Pas sampe di bundaran masrtrip, Agung bukanya belok kiri kearah Kalimantan, tapi malah lurus, kearah bhayangkara, what is mean? Dan hujan masih turun deras, apa-apaan nih bocah? Sampe di lampu merah pertigaan deket jembatan kita belok kiri, aku masih gak ngerti mau dibawa kemana sama nih bocah. Ujan mulai reda waktu kita nyampe di lampu merah RS PTP, kita belok kiri. Yeaaa... pulang. Jangan sampe ntar diputer-puterin lagi ya. Dan Agung pun mengarahkan motornya ke Kalimantan, dan belok di sebelah KPRI, masuk gang dan sampailah di kosanku. Alhamdulillah... aku sampe dikosan dengan utuh. Kita say goodbye, dan Agung bablas ke kosanya yang gak jauh dari tempatku.
Well, thanks a lot for that day, rek. Pengalaman berharga nih. See ya on the next trip. ^^

Selalu Mengharukan

ultahku udah 3 bulan yang lalu, tapi semuanya masi membekas sampe sekarang (halah)
ada satu hal yang lupa aku posting, padal ini wajib diposting... ucapan dari bapak dan ibu. Yes, it is a must. haha...
jadi, ceritanya, pas tanggal 28 september kemarin, tepat jam kelahiranku, aku dapet sms jek! dari bapak-ibu... gini isinya...


"Ndhuk Tiwi anakku, "SELAMAT ULANG TAHUN" semoga Allah senantiasa sayang dan memberi rohmat, sehat dan bermanfaat untuk kebaikan. Semoga menjadi KUSUMASTUTI DIAN PRATIWI, bunga yg dipuja menjadi penerang di bumi, insyaallah...
Bp, ibu, intan, dan keluarga semua selalu cinta dan sayang padamu. ....Selamat dan sukses... "

Tes, tes, tes...
Huaaaaaa.... jebol sudah bendungan air mata ini...
Bapak, Ibu, selalu saja begini, selalu berhasil membuat anak sulungnya ini terharu gila-gilaan,
Dan aku bersyukur, mereka gak ngucapin lewat telepon... Aku gak mau ketahuan mewek...

Ya Allah, aku tak bisa berucap banyak, bahagiakan mereka seperti mereka membahagiakan aku... Aku cinta mereka...

One Afternoon on the Field

Berawal dari maksud untuk berenang di sore hari, tapi apa daya kolam renangnya tutup. Dan yaaa... waktu itu aku sama partner setia ngelayapku pun akhirnya memutuskan untuk foto-foto. Yaa, kalo istilah yg biasa dipake orang-orang fotografi yg uda professional sih hunting foto. Tapi berhubung ini Cuma modal camdig jadul dan model acakadul juga tempat yg gak jelas, jadi namanya bukan hunting kali ya, tapi foto-fotoan.
Fyi, kita akhirnya foto-fotoan di lapangan depan perpustakaan unej. Lapangannya luas sih, yang sisi barat biasanya buat latihan bola, kadang ya buat main. Yang sisi selatan langsung berbatasan sama tembok pembatas kawasan kampus unej. Isinya rumput book... tapi justeru itu yang bikin keren. Bisa jadi property kita buat foto-fotoan.
Jepret sana, jepret sini, dan taraaaaa... here they are... foto2 amatir gilak, setelah melalui beberapa pengeditan aka perbikan :D







Yang Tertinggal dari Tragedi Air Mata di Bus

Kamis, 15 September 2011

"Ndhuk... Aku weruh olehmu nangis, nganti bis ilang saka dalan ngarep terminal... Matur nuwun anakku... Saben ngeterne kowe, atiku seneng, trenyuh, muga2 Gusti Allah tansah ngayomi, paring pituduh, paring panjang umur sing barokah... Ndhuk Wi... Sholate sing apik ya!"

Sampai detik ini pun, air mataku masi sanggup mengalir dari sudut mata tiap kali buka sms bapak itu di folder save messages di ponselku. yah, cuma sms itu yg tertinggal dari kejadian seminggu yg lalu, tepatnya hari rabu, tanggal 7 september 2011, waktu aku diantar bapak ke terminal untuk balik ke perantauan. Hari itu, 3 hari sebelum hari ulang tahun bapak yg ke-46. Hari itu, aku nggak tahu kenapa aku bisa refleks nangis bombay di bus setelah bapak turun dari bus. Hari itu pun juga nggak seperti biasanya, bapak mengantarku sampai ke dalam bus. Waktu bus mulai berangkat, bapak menunggu di pinggir jalan, aku bermaksud 'say goodbye' pada bapak, tapi nggak sanggup, aku nangis duluan, sedih liat bapak.
Dan hari ini, 15 september 2011, 5 hari setelah ulang tahun bapak. Betapa bodohnya aku, aku lupa mengucapkan selamat ulang tahun pada bapak, memang bagi sebagian orang itu nggak penting tapi aku yakin bapak pasti bahagia kalau mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari anaknya.
Nggak ada yg bisa aku ungkapkan sekarang, yg tahu gimana rasanya cuma hatiku...
Bapak, ayah juara satu seluruh dunia.

A Spectacular Night with Them

Sebenernya masi banyak cerita dari acara Buber SODA kemarin, tapi belum sempet nulis dan posting... jadi yaa share foto-foto gila sehabis Buber aja dulu kali yaa... ^^

jadi, singkat cerita sebagian dari kita *sayang gak semua, mutusin untuk hang out, dan tempat yg pewe buat jalan bareng adalah alon-alon, rame boookk... segorombolan anak manusia masuk pasar malem,
ini kita, di dalem area pasar malem, ada Deppe, Budi, Sica, Pencok, Yuda Toyib, Yuwi, Joice, Vicky, Koko, dan yg baju kotak2 pake jilbab itu.. akuu *narsis


selanjutnya, masi di area pasar malam...


naaaahh ini die... si Koko dan pacarnyah, mas cakep *sumpah, aku ngakak baca komen mreka soal foto ini di facebook

habis jalan di dalem area pasar malem, kita-kita keluar dari sono dan mutusin untuk nongkrong, you know where kita nongkrong akirnya?? di depan Gedung pemkab Ponorogo, tepat di depan tulisanya, yg notabene adalah tempat kita take gambar buat album kenangan SMA, 2 tahun lalu... oemji, inget jadul deh, panas2 mesti berdiri berjajar di tempat ini, bedaknya luntuurr jek... haha

disitu kita ngobrol, becanda, poto-poto narsis, gak pduli orang lewat ngeliatin, yg ngatain, yg ngetawain ato apa lah... ini kita gitu...

kata novian ini trio kwek2, soalnya heboh banget... *masa sih? lebih tepatnya yg heboh tuh si Yuwi dan solmet kentelnya, si Joice tuh... kalo yg tengah mah alim banget ituh *mwahahhahaa cuma badak idiot yg bilang saya alim

dan ini yg dinanti-nantikan,
tarrraaaaaaa...... couple of the year nya SODA, Yuda toyib dan Karlina joice
jadi ya mereka itu sepasang manusia yg emang ditakdirkan bersama bok, dulu waktu SMA mereka tuh suka heboh gilak, e ternyata setelah lulus mereka ada something, hahaha...

dan malem itu mereka jadi peran utama, jadi lakon pokoknya, runtang runtung berdua, mesra banget dah pokonya... *ah bikin ngiri aja

perhatikan ketiga makhluk ini... mengautiskan diri, hapean mulu, tapi tahukah kalian? ini rekayasa, hahahha bukan fotonya yg direkayasa, tapi posenya, emang sengaja tuh pose kaya gituh... hahaha

this is it, Vendi Catur Prasetyo a.k.a Pencok alias Edric. die ituh kepala suku kelas IPS 2 dulu sodara-sodara, dua tahun dipercaya memimpin makluk-makluk ajaib... haha tuh liat, fokuskan penglihatan ke sekitar mulut, Edric banget kan?? ahahhaa *piss

jeng jeeengg... mas-mas nya ini unyuu bangett siih?? wajahnya bleaching dimana kalo boleh tau? *buakakkakakaka

nih, dua manusia yg slalu hebring dimanapun ketemu, joice dan yuwi....

dan ini adalah Vicky Wahyu Wibarma *si mas cakep tuh hihii, 3 tahun di SMA aku ditakdirin sekelas sama mas Pikok ini, manusia super dahsyat, bocor, cotbrah, rame gilaaakk... hhahahah

astaga! ini apa ya?? owalaahh... mas Vicky mau nganter nyonya ke pengajian ya?? wah, keluarga harmonis bener dah *hahhaha gilaak

dan yaii, kita beranjak dari tempat itu, ganti tempat bok, sebelum pergi, foto duyuu...

singkat cerita *lagi lagi, habis dari situ kita meluncur ke distro baru di sekitar jalan jaksa agung, tanpa novian, coz dia mesti pulang, dan tanpa sepasang sejoli Toyib dan Joice. Kita masuk ke distro khusus cowo. keluar dari situ, kita ke Lesoeng, keluar dari Lesoeng Budi sama Deppe pamit pulang, dan kita kehilangan Koko, oh ya, dimana dia??
dan kita- aku, yuwi, vicky, pencok, sica- menuju ke Gogo fc, makan lagi mereka..
di Gogo kita adalah 5 besar pengunjung terakhir yg dateng, dan jadi juara pengunjung terakhir yg pulang, kalo pegawainya gak ngasi isyarat halus kalo mereka mau tutup, mungkin kita bakal disitu sampe pagi *dasarrr

yah, dan perjalanan kita hari itu sampai disitu, kita pulang. aku pribadi pulang dengan perasaan campuraduk, antara seneng bisa ngabisin waktu sama mereka sampe lupa daratan, lega bisa ketemu mereka yg lama uda gak kuliat wajahnya secara live, sedih karna harus pisah dan gak tau kapan lagi akan ketemu dan bisa menggila kaya gitu lagi, dan takut kalo aku gak bisa lagi ketemu mereka, takut kehilangan mereka, takut gak bisa dapetin temen yg kaya mereka *lebay dikit yak.
yah begitulah kehidupan, seperti pepatah klasik, ada pertemuan ada perpisahan, karna gak ada yg abadi di dunia ini. dan yg namanya sahabat, gimana pun keadaan kita nantinya, bakal jadi orang seperti apa kita nanti, percaya deh, kita bakal ngerasain yg namanya RINDU. I'll miss you all, soda... thanks thanks thanks, terimakasi sudah membuatku merasa diinginkan, membuatku tak kesepian, membuatku jadi manusia yg lebih bermanfaat, bersyukur aku punya kalian...
ah, cukup deh mellow2nyaa, aku gak bisa bikin penutup *seperti yang biasanya,
pokoknya thanks a lot untuk kalian teman-teman ajaibkuu.... YOU'RE MY PRECIOUS TREASURE, thanks for colouring my day.... ^^


thanks for looking the photos,
thanks for reading this article :)








Breakfasting together with SODA



Tarrrraaaaaa.... tiwi ngeksis lagi membawa cerita baru, meski tokohnya tokoh lama...
Oke, kali ini aku bawa cerita panjang dari acara Buka Bersama Soda Smadapo ’09. FYI, soda smadapo ’09 ituh singkatan dari Sosial Dua SMA 2 Ponorogo angkatan 2009 *thanks buat Ficky koko ayam untuk nama ini. Jadi beginih, kemarin, tanggal 27 Agustus 2011, anak-anak manusia yang tergabung dalam suatu komunitas, yang dulunya disatukan di suatu kelas bernama Kelas IPS 2 SMADAPO, ngadain yang namanya Buka Bersama. Yaa, namanya juga bulan Ramadhan, acara kaya gini uda pasti jadi langganan, jadi acara favorit. Dan Alhamdulillah, Buka bersama anak-anak soda yang notabene rencana dan persiapanya mendadak ini bisa ter-realisasikan.
Now, langsung saja ke pokok cerita. Jadi, Buber kali ini diadain di salah satu resto lesehan di jalan juanda Ponorogo, namanya Istana Lesehan *piss, gak usa bayar royalty yak* Kita janjian jam 5 uda standby di tempat. Kita tinggal dateng aja, smua uda di handle sama si Koko. Tapi yaa namanya orang Indonesia, gak ada taste kalo gak nelat datengnya, haha. Dan yak, kebanyakan dari kita dateng di luar jam, alias ngareeet. Termasuk saya sodara-sodara. Berhubung rumah saya di luar kota, maka saya diminta menginap di ruma Eka Susanti alias Yuwi alias Kasus alias Madubala *thanks boo atas akomodasinya, mwah! Haha* Aku berangkat dari rumah Yuwi sekitar jam 5 an, waktu itu aku nebeng si Yuda toyib, Si Yuwi sama Vendy alias Pencok alias Edric (kepala sukunya Soda) dan diiringi Novi O.
Jerengjeenggg.... sampe disana uda banyak yg dateng, mereka nunggu di depan resto, di parkiranya. Omaigod... sumringah langsung deh mukaku ngeliat mereka, teman-teman ajaibkuuu... bagiku ini emang hal langka, ya secara rumahku jauh di luar kota Ponorogo, Kuliah juga pada jauh-jauh, pisah, kontek2an Cuma lewat sms, facebook... jadi yaa SENENG BANGET bisa liat muka merekaaa secara live lagi... haha. Singkat cerita kita pada salaman, Tanya kabar, terus berhubung waktu buka uda deket, kita langsung masuk ke area makan.
Dari 40an mantan penghuni IPS 2, yg dateng sekitar 20an lebih, yaa lebih dari separo laah. Menu uda tersedia di meja, kita segera ambil tempat. Aku duduk di sebelah Yuwi dan solmetnya, Karlina alias Danik alias Joice. HEBOH. Cuma itu yg bisa menggambarkan suasana menjelang buka saat itu. Aku piker-pikir kok gak mirip acara buka bersama yak? Malah mirip acara arisan panci deh, kalo orang jawa bilang ‘kemriyek’ ribut gilak. Tau sendiri lahh, kita-kita kan terkenal dengan mulut rusaknya alias cocot bubrah. Ngomong asal, bocor abis, rame, dan satu lagi, kita-kita adalah lansia gila kamera. Haha. Tanpa ada komando, segala kamera keluar dan jepret! Foto sana, foto sini, pose ini, pose itu. Itu sebelum makan.


Dan Adzan pun bergema, saatnya membatalkan puasa. Hening kah? Oo tidaak, tetep kaya tadi, rameee. Makan pun lanjuut, gak perlu waktu lama untuk bikin gelas jadi kosong dan piring jadi bersih dari makanan, lima menit juga kelar, haha tau apa yang lama? Ngobrolnyaaa... dan dengan singkat, sesi makan-makan uda selese. Meja uda amburadul sama piring kotor dan gelas minuman anak-anak. Dan kita masih tetap tenggelam dalam euphoria kebersamaan, ngobrol, bercanda, mbacot, berantem, eh gak ding. Seru deh pokoknya. Jepret sana-sini, dengan segala pose dan gaya gila masing-masing, entah setan apa yg merasuki, atau emang takdir ato bawaan orok aku juga gak tau kenapa makhluk-makhluk soda ini narsisnya audubileeh... seneng abis kalo disuruh foto, haha. Mungkin ada sekitar satu jam kita ngabisin waktu khusus sesi pemotretan disitu. Yaa kalo hasilnya bagus kaya hasil jepretan photographer professional sih gak masalah, lha ini, boro-boro bagus, bisa diliat bentuknya aja udah syukur Alhamdulillah.


Oiya lupa, uda cerita ngelantur amburadul sampe jabalekat, eh aku belum certain siapa aja yang dateng malem itu. Di kubu kaum adam, ada si penggagas acara, si Koko. Trus si kepala suku dan solmetnya, Vendy Pencok dan Vicky Pikok, ada Ketua Rohis dan sobat sebangkunya juga si Adib ma Arif. Trus si ketua ambalan, Khoirul. Kekasih hatinya Joice, si Yuda toyib. Si nyentrik Jangkung juga dateng *asli, saya suka gayanya Jangkung* yg dibilang Joice kaya tukang foto. Firman situk, Andriyan sijek, Pebri gabri, juga turut meramaikan, oia ada Didik si tukang emut ujung pulpen *kebiasaan jaman sekolah dulu* the last is si Greg. Ituh dari kubu Adam. Berarti yang gak dateng ada O’on, Jatu, Dwieko, Hero, Suron, dan Sutan Bolang.
Dari kubu hawa, ada Deviana telo yg dalam kesempatan ini menjabat sebagai renteniir. Trus ada Mahasti budi berduet dengan Devinur Deppe. Tentu saja ada si Eva pardo juga. Diramaikan pula dengan kehadiran Novian, Risty, dan Novia yg tergabung dalam trio macannya Soda. En den, ada Novi O juga. Yang gak kalah hebring adalah dua sahabat gila, Eka si Yuwi dan Karlina si Joice. Sumpah mereka berdua berhasil bikin aku ikut gila. Dab tarraaaa... ada Apik si pengantin baru, dia temen sebangkuku, dan terakhir... aku. Yang jauh-jauh dateng dari kota sebelah demi buber ini *Thanks to Yuwi ma Joice yg suda membujukku matimatian, haha* dan kaum hawa soda yg gak dateng malem itu adalah E’en, Farida jemprit, Ita ituk, Rila, Arum, Anjas, Pera, Dhila kuchink, and the fenomenal Harin sesepuuh.
And yaaa, hari suda makin larut, kita bubar dari tempat itu. Tapi bukan berarti acara selesai. Habis itu kita rencana hang out *ceileh bahasanya* pokoknya pergi bareeng. Gini deh kalo udah ngumpul, keasyikan sampe lupa daratan, lupa kalo ini bulan puasa. Bukannya pada tarawih tapi malah kluyuran. Maaf ya Allah, malam itu kami melupakanMU.
Acara buka bersama selesai, tapi cerita gak berakhir sampai sini, ada yang lebih spektakuler di cerita selanjutnya... oke bebeh, to be continued ^^

Nasi Goreng #menohok

Sebelumnya, sebelum melangkah lebih jauh, saya perkenalkan dulu tokoh utama dalam tulisan ini. Sebut saja Intan, itu nama asli. Dia Adik saya satu-satunya. Cukup sekian perkenalannya. Kita bahas masalah pokok saja. Begini ceritanya. Suatu malam, ketika Intan sudah terkantuk-kantuk di depan tv di ruang tengah...

Intan: mbak tiwi
Aku: hmm
Intan: aku pengen ke Jember
Aku: ngapain?
Intan: pengen beli nasi goreng yg di rumah sakit itu.
Aku: *melotot* maksudmu?
Intan: aku kangen nasi goreng rs itu lho, pas mbak tiwi sakit kan aku beli nasi goreng di sana sama bapak, enak lho mbak.
Aku: terus?
Intan: yo mbak tiwi sakito lagi ben aku ke jember trus beli nasi goreng disana.
Aku: *pasang kuda2, buka mulut lebar2, siap makan si intan* intaaaann!!!
Intan: *sudah tenang bersama bantal keramatnya* zzZtt....
Aku: *bendungan! Nih bocah uda main tidur aja*

#note: berkali2 aku kluar masuk rs, berkali2 pula ibuk-bapak harus datang ke jember ngurusin aku, gak ketinggalan si intan. Seingatku cuma sekali dia gak ikut dateng ke jember. Nah, kalo jagain aku di rs, hobinya adalah keliling rs, muterin rs sampe kempor, dari ugd sampe dapur kali dia sambangin. Oh tentu saja bersama bapak donk. Ada lagi, dia juga seneng tuh makan makanan jatahku dari rs. Yang namanya orang sakit kalo disuruh makan ya gak nafsu, apalagi makanan rs, ihh gak deh! Lha si intan sering tuh ngabisin makanan jatahku yg gak aku makan. Dan, pas dia terakhir ke jember kemarin, pas jagain aku, dia beli nasgor sama bapak di depan rs, gak tau tepatnya dimana. Si intan langsung kepincut sama nasgor itu, besoknya dia beli lagi. Dan sampe sekarang dia masi terngiang2 ternyata, sampe terkangen2 sama tuh nasgor. Dasar gebleg... Huuft.

An Amazing Day in Klayar

Sabtu, 23 Juli 2011
Hari itu jadi hari yang... AMAZING! mwahahahhaha... iya beneran amazing loh. Jadi, begini ceritanya, malam sebelumnya, aku dikasih tau salah satu teman, namanya vicky. Katanya, hari sabtu dia dan temen-temen yang lain mau mengadakan perjalanan ke Pantai Klayar, you know where it is? oke, buat yang belum tau, nih biar aku kasih tau. Pantai Klayar itu salah satu pantai yang ada di Pacitan, kota kelahiranku, kota tempatku tinggal. FYI, Klayar terletak sekitar 35 km ke arah barat dari kota pacitan, lumayan jauh kan sodara-sodara?
Oke, kembali ke kronologi kejadian gimana aku bisa sampai ke Klayar. Berawal dari informasi itu, aku diajak untuk ikut sama si Vicky dan satu lagi si Ficky (nama mereka homofon, tapi orangnya beda loh). Sumpah! pengen banget ikut, tapi banyak juga kendalanya, dan bla bla bla... dengan segala perjuangan, mulai dari bujuk orang sana-sini, tidur jam 4 pagi, diomelin emak, perang batin dulu bok! akirnya aku bisa melenggang indah menuju klayar bareng temen-temen gila yang notabene adalah teman-teman SMAku yang berabad-abad tak bersua #hiperbol. Ditemani Adik sepupu jauhku, dan menunggang belalang tempur hasil pinjaman ke Tante, menjelang siang aku meluncur ke Klayar. Di jalan, aku ketemu komplotan mereka, baru beberapa meter jalan aku kehilangan jejak. Omigod, ternyata mereka lewat jalur yang bukan salah, tapi kurang tepat. Jalur yang jalannya susahnya aujubileh. Walhasil mereka ngeluh gila-gilaan. Aku mah cuma ketawa aja, hahaaa.
Whoilaaa!!!! sampai di Klayar. Just one word, SUBHANALLAH. Amazing, semua takjub jek! and gak lupa, Thanks God, KAU pertemukan aku dengan mereka, orang-orang ajaib yang ikut andil banyak dalam rentetan cerita hidupku, yaa meski aku cuma ketemu sebagian kecil dari mereka. Ada 10 orang yang ikut serta jalan-jalan ini. Ada Ficky, Mahasti, Vicky, Ninda, Zusron, Deppe, Eva dan pasangan, juga Nanda dan ipong pasangannya. Setelah ber hahahihi sejenak, kita pun mulai terjun ke pantai, menyapa ombak, menyalami pasir, bercerita dengan angin #hiperbol lagi kan. They said: Just like in Bali. wohohoo kereen. Oia, Klayar itu ratunya pantai Pacitan loh. FYI, Klayar itu salah satu pantai dengan batuan karst yang terbaik di dunia, salah satu geopark yang ada di Indonesia. Istimewa deh pokoknya. Punya seruling laut, itu yang ombaknya bisa bunyi kalo menghantam karang, pokoknya gitu deh, gank ngerti gimana prosesnya. Ada air mancur alamnya juga, lagi-lagi ini juga ulah si ombak.



Tiga jam lebih kita disana, jalan bareng di tepi pantai #dramatis, main pasir #kaya anak kecil, main air #gak deng, bukaan, bukan hal kaya gitu yang kita lakuin disana. itu mah mainan anak kecil di film-film. Kita lebih memfokuskan kegiatan pada kamera. ya, kamera. kenapa kamera? poto poto narsis mameeen.sudah jadi adat istiadat kita sekarang tuh. jalan dikit, jepret. Ketawa dikit, jepret. Gerak dikit, jepret. Karna kita semua adalah remaja, remaja gila kamera #terinspirasi nama akun facebook seseorang. Tapi nama itu telah kita ubah mentah-mentah dengan segala wewenang ilmiah yang ada, bukan lagi remaja gila kamera, tapi lansia gila kamera. yeaaahh! and i like it. nama yang ajaib. Bintang hari itu adalah Ficky, si penggagas acara ini, Vicky si mister Pose, dan Zusron yang diem-diem udah ketularan virus posenya si Vicky. Aku cuma penggembira sejati, sebagai tuan rumah yang baik, mensupport apa yg dilakukan para tamu gemblung ini. haha. Sedikit saling bercerita tentang kehidupan mereka, sedikit menceritakan masa lalu. Selebihnya, hanya tawa ramai yang ada, berlomba bersama suara debur ombak yang kuat.
hahahihii gak pernah ada kata capek untuk bercanda dengan yang namanya teman. Rasanya kalo udah kumpul gini gak mau pergi dari tempat deh, gak mau pisah hiks #lebay, apalagi kalo udah lama gak ketemu kaya gini. Oh sedihnyaa kita harus pisah, pulang kerumah masing-masing *bagi yang punya rumah, haha. Mereka harus balik ke Ponorogo, kota yang ikut membesarkanku. Dan aku juga harus pualng ke kandang. Empat jam bersama memang terlalu singkat, gak cukup, masih pengen nambah. Tapi dengan apa saja yang terjadi selama empat jam tersebut aku udah bahagia, bahagiaa bangett. sudah ah, aku gak bisa bikin penutup yang bagus, pokoknya ai lov yu ol... kalian gila, kalian ajaib, tapi kalian indah. thanks for colouring my day...

Bangun Tengah Malam demi Sang Idola (sebuah memorial)

dedicate to:
My 'deskmate' when i was in the first year in Senior high school
-Diyah Wahyu Arikawati-


Setiap orang memiliki hobi yang berbeda – beda.Mulai dari hobi yang unik,menjijikan,ekstrim,bahkan gila – gilaan mereka lakukan demi kepuasan batin.

Diyah Wahyu Arikawati (16) adalah seorang siswi SMA favorit di Ponorogo.Belakangan ini, ia gentar melakoni hobi barunya yang jarang sekali dilakukan oleh perempuan – perempuan lain seusianya.Hobi barunya itu adalah menonton sepak bola.
Pada umumnya, para penyuka sepak bola adalah kaum laki – laki.Namun tidak dengan perempuan yang biasa di panggil Ricka ini.Ia mulai menyukai sepak bola baru sejak event “WORLD CUP 2006” di Jerman lalu.Ketika itu,kakaknya yang penggila bola menyaksikan pertandingan sepak bola di rumahnya hingga larut malam.Ia pun penasaran dan mencoba ikut – ikutan menyaksikan sepak bola.Sejak itulah ia tertarik dengan sepak bola.Menurutnya, banyak hal yang menarik dari sepak bola, terutama karena pemainnya yang tampan – tampan dan mempunyai penampilan fisik yang OK.
Gadis yang baru berulang tahun pada tanggal 30 Januari lalu ini adalah pendukung club Chelsea dan Valencia yang mengidolakan David Villa (Valencia), Kevin Doyle (Reading), dan Morten Gamst Pedersen (Blackburn Rovers).”Aku suka banget sama Villa, karena selain menjadi striker dan mempunyai skill bagus dalam mengolah bola dia juga sangat tampan” ungkap Siswi SMA Negeri 2 ini dengan semangat.Sebagai maniak bola, tentunya Ricka juga haus akan informasi tentang dunia bola.Untuk mendapatkan informasi mengenai para idolanya serta jadwal pertandingan yang akan berlangsung, ia sering membeli tabloid olahraga di agen –agen koran di sekitar tempat tinggalnya.
Pertandingan sepak bola yang biasanya disiarkan pada malam hari bahkan dini hari nyaris tak pernah ia lewatkan.Jika pada malam hari ada pertandingan, sudah sejak siang ia mempersiapkannya.Apalagi jika club favoritnya tampil,biasanya cewek berkaca mata ini tidur dahulu beberapa jam, baru setelah itu jika pertandingannya sudah dimulai maka ia segera bangun untuk menyaksikannya.Anehnya, kalau sampai ada pertandingan yang terlewatkan, ia pasti akan kecewa sekali dan menyalahkan jam di HPnya kenapa tidak berfungsi dengan baik, terlebih lagi jika itu club kesayangannya.”Aku tuh sebel banget kalau sampai aku nggak bias nonton club kesayanganku tanding, dan itu hanya disebabkan karena wekerku nggak berfungsi dengan baik, huh rasanya pengen komplain aja ke stasiun TVnya biar pertandingannya diputar ulang”. tutur cewek yang hobi nonton film horror padahal sifat aslinya penakut.
Sebagai pelajar, ia di tuntut untuk bangun pagi.Padahal malam harinya ia bergadang demi menyaksikan Sang Idola bertanding.Tapi itu tidak membuat aktivitasnya di pagi hari terganggu meski ia sering kurang tidur.Tak jarang orang tuanya protes keras karena kebiasaan putrid semata wayangnya itu.Namun Ricka tetap tidak bisa menghentikan hobinya.Dan apa boleh buat, orang tuanya pun memperbolehkan dengan syarat hal itu tidak mengganggu aktivitas serta kesehatannya.



Penulis : Kusumastuti Dian Pratiwi
Narasumber : Diyah Wahyu Arikawati



Ponorogo, 9 Maret 2006

About this blog

happy reading

Total Pageviews

Labels

Followers

About Me

Foto Saya
dianpra
Writing for Pleasure
Lihat profil lengkapku

thanks for visiting